Semangat Kemerdekaan, 25 Tahun Demokrat dan Kepedulian Kemanusiaan: DPC Demokrat Sergai Gelar Lomba Rakyat

MARTABENEWS | SERDANG BEDAGAI — Suasana kemerdekaan terasa meriah di Desa Pekan Tanjung Beringin. Masyarakat bersama kader dan pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Serdang Bedagai berkumpul dalam kegiatan **Lomba Rakyat** dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sekaligus HUT ke-25 Partai Demokrat.

Berbagai perlombaan menghadirkan keceriaan dan kebersamaan. Namun, di tengah suasana tersebut, DPC Demokrat Sergai juga mengajak seluruh peserta untuk tidak melupakan saudara-saudara sebangsa yang saat ini sedang menghadapi musibah.

Peringatan kemerdekaan tahun ini menjadi momentum untuk melihat kembali makna persatuan. Ketika sebagian masyarakat dapat berkumpul dan menikmati suasana perayaan, di tempat lain masih ada keluarga yang berjuang menghadapi dampak bencana dan menata kembali kehidupan mereka.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur masih berada dalam proses tanggap darurat dan pemulihan pascagempa. Di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatera Utara, masyarakat juga masih menghadapi bencana beserta berbagai dampaknya.

Situasi tersebut mengingatkan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan perayaan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama.

Dalam konteks itulah Lomba Rakyat DPC Demokrat Sergai digelar. Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk bersilaturahmi, bergembira dan memperkuat hubungan sosial, sekaligus menjadi pengingat bahwa rasa persaudaraan harus tetap hidup ketika sebagian saudara kita sedang mengalami kesulitan.

“Kita Tidak Berdiri sebagai Penonton”

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Serdang Bedagai Yunasril, SH, M.Kn, menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia mengapresiasi jajaran Pengurus DPC Partai Demokrat Sergai, Fraksi Partai Demokrat DPRD Sergai, Ketua dan pengurus DPAC, kader, simpatisan, masyarakat, serta Kepala Desa Pekan Tanjung Beringin Ir. Indra Syahputra beserta jajaran yang telah membangun kolaborasi nyata dalam kegiatan.

Yunasril juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN STAIS Tebing Tinggi Deli serta seluruh masyarakat yang hadir dan ikut memeriahkan kegiatan.

Ini bukan tentang memadamkan semangat Lomba Rakyat. Ini tentang menghadirkan semangat tersebut dalam bentuk yang paling nyata: peduli, hadir, dan saling menjaga. Karena ketika satu wilayah terluka, kita tidak berdiri sebagai penonton. Kita berdiri bersama.

Menurut Yunasril, kalimat tersebut menjadi refleksi penting dalam memperingati kemerdekaan.

“Bangsa ini dibangun dengan semangat kebersamaan. Karena itu, ketika ada saudara kita yang sedang tertimpa musibah, kita tidak boleh kehilangan rasa peduli. Kita bisa memulai dari hal sederhana, dengan mendoakan, membantu sesuai kemampuan dan terus membangun solidaritas,” ujarnya.

Ia menambahkan, perayaan HUT RI dan HUT ke-25 Partai Demokrat hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara partai dan masyarakat, bukan hanya melalui kegiatan seremonial tetapi melalui kehadiran yang nyata di tengah masyarakat.

“Semoga saudara-saudara kita yang sedang menghadapi bencana di berbagai daerah diberikan kekuatan. Semoga proses tanggap darurat, penanganan dan pemulihan berjalan lancar. Kita doakan agar mereka segera dapat bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan baik,” katanya.

Sekitar 1.000 Orang Membaur

Ketua Panitia Pelaksana Siti Aisah, yang juga merupakan Anggota DPRD Sergai Fraksi Partai Demokrat, menyampaikan bahwa kegiatan Lomba Rakyat disusun untuk menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat.

Dalam laporannya, ia menyebutkan bahwa kegiatan terdiri atas Senam Ceria Demokrat, Tarik Tambang, Lomba Joget Balon, Panjat Pinang dan Sepakbola Tarkam.

Seluruh kegiatan melibatkan masyarakat, kader dan pengurus DPC Partai Demokrat. Sekitar 1.000 orang hadir dan membaur mengikuti rangkaian kegiatan.

“Yang ingin kita bangun bukan sekadar kemeriahan perlombaan, tetapi kebersamaan. Masyarakat dan kader dapat bertemu, berinteraksi dan bergembira dalam suasana yang sederhana dan penuh kekeluargaan,” ujar Siti Aisah.

Menurutnya, permainan rakyat memiliki nilai yang lebih luas karena mengajarkan kerja sama, kekompakan, sportivitas dan saling menghargai.

“Tarik tambang mengajarkan kekompakan, panjat pinang membutuhkan kerja sama, begitu juga kegiatan lainnya. Nilai-nilai tersebut sebenarnya merupakan gambaran kecil dari semangat gotong royong yang menjadi kekuatan masyarakat Indonesia,” katanya.

Siti Aisah juga mengajak seluruh peserta untuk memaknai kemeriahan kegiatan dengan tetap menjaga empati.

“Di saat kita bergembira di sini, kita tahu ada saudara-saudara kita yang sedang berjuang menghadapi bencana. Karena itu, mari tetap kirimkan doa dan dukungan. Kebahagiaan kita tidak harus menghilangkan kepedulian kita kepada mereka,” ujarnya.

Kebersamaan Tanpa Sekat

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPC Demokrat Sergai Yunasril, SH, M.Kn beserta pengurus; Ketua Srikandi Demokrat Sergai Kikky Febriasi, SH, M.Kn; Anggota DPRD Sergai Fraksi Partai Demokrat Siti Aisah, Suka Dame Julius Saragih dan Suhar Endang Wibowo Saputro; para Ketua DPAC; kader dan simpatisan; Kepala Desa Pekan Tanjung Beringin Ir. Indra Syahputra beserta jajaran; mahasiswa KKN STAIS Tebing Tinggi Deli; serta masyarakat luas.

Seluruh peserta tampak membaur tanpa sekat. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan, dengan masyarakat ikut berpartisipasi dalam berbagai perlombaan yang disiapkan panitia.

Bagi DPC Demokrat Sergai, kebersamaan tersebut merupakan bagian dari cara sederhana untuk merawat persatuan.

Semangat yang lahir dari lapangan Lomba Rakyat diharapkan dapat diteruskan dalam kehidupan sehari-hari: saling membantu, menghargai perbedaan, menjaga persaudaraan dan hadir ketika masyarakat membutuhkan.

Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 dan HUT ke-25 Partai Demokrat pun diharapkan tidak hanya meninggalkan kenangan tentang kemeriahan perlombaan, tetapi juga meninggalkan pesan tentang pentingnya kepedulian dan kemanusiaan.

Sebab, dalam sebuah bangsa yang besar, kegembiraan dan kepedulian dapat berjalan bersama.

Ketika sebagian dari kita merayakan kemerdekaan, mari memastikan bahwa saudara-saudara kita yang sedang menghadapi bencana tetap merasa ditemani.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *